Gaya dulu ahh..

Jakarta (Pemilu2019) – Jalan santai Minggu kemaren (24/8) sungguh mengasyikkan, walaupun saya tidak ikut berjalan :). Bersama ayah dan bunda berboncengan sepeda motor mengitari rute jalan santai yang diadakan RW 10, Kelurahan Manggarai. Sebagai panitia, ate Uci yang mengajak kami ikut dan mendaftarkannya.

Amar membersihkan kacamata

Amar gaya dulu.. (Prasenja-Pemilu2019)

Bangun jam enam, menurut kami sudah termasuk siang. Dengan tergesa-gesa kami mempersiapkan diri untuk tetap berangkat. Jarak rumah Cipinang dengan Manggarai memang tidak begitu jauh, namun butuh waktu sekitar 10-15 menit perjalanannya.

Rencananya sih ingin menyusul karena tertinggal rombongan peserta, namun karena banyak event serupa yang dilakukan, tidak bisa bertemu ate Uci.

kami menunggu di tepi jalan Minangkabau, Manggarai. Berharap bisa bertemu ate Uci. Namun cukup lama kami menunggu, ate Uci tak kunjung tiba. menghilangkan rasa bosan, ayah memotret aku. Berbagai kelucuanku diabadikan lewat kamera ayah.

Setelah puas memotret, kami pun bergegas ke rumah Kakek dan Enin. Untuk menunggu rombongan jalan santai tiba. Amar senang walaupun tidak jadi jalan santai, karena bisa dipotret sama ayah. (Prasenja-Pemilu2019)

Pakai dulu kacamata Amar

Amar gaya dulu.. (Prasenja-Pemilu2019)

Amar memakai kacamata

Amar gaya dulu.. (Prasenja-Pemilu2019)

Amar gaya dulu..

Amar gaya dulu.. (Prasenja-Pemilu2019)

Gaya dulu ah..

Amar gaya dulu.. (Prasenja-Pemilu2019)

Amar gaya dulu..

Amar gaya dulu.. (Prasenja-Pemilu2019)

http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fpemilu2019.com%2Farticle%2F146569%2Fgaya-dulu-ahh.html&width&layout=standard&action=like&show_faces=true&share=true&height=80&appId=145082632176016

Ditulis pada Catatan Kecil Kehidupan | Tag | Tinggalkan komentar

“Mengawal Aturan Main Kelautan”
Sebuah Refleksi 2010-2014 Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil

Jakarta (Pemilu2019) – “Laut Indonesia menghidupi jutaan orang pesisir secara langsung dan memberi pangan kaya protein bagi puluhan juta lainnya.” Kutipan dari isi buku Laut Masa Depan Kita benar adanya, potensi laut nusantara merupakan lumbung protein dan energi yang membutuhkan konsistensi pemerintah dalam pengelolaannya. Peran ekonomi kelautan harus berjalan seiring dengan peran ekologinya. Laut hanya bisa dipetik manfaat ekonominya, baik sebagai sumber pangan maupun devisa wisata, jika terjaga kelestariannya (Ditjen KP3K, 2014). Hasil-hasil kelautan Indonesia pun mempunyai nilai ekonomis yang sangat tinggi, sumber-sumber pangan yang dihasilkan bernilai jual tinggi dan memenuhi kualitas eksport ke Negara maju seperti tuna, kerapu, kerang-kerangan, udang-udangan dan lain sebagainya. Menurut penelitian LIPI, laut merupakan kontributor terpenting bagi ketahanan dan kemandirian pangan Indonesia. Produksi ikan nasional bisa mendukung ketahanan pangan Indonesia di tengah ancaman krisis pangan saat ini. Pengelolaan pesisir dan lautan dapat dilakukan secara efektif dalam kerangka pemanfaatan sumberdaya secara kelanjutan. Dalam hal ini Ditjen KP3K berupaya mengarahkan pembangunan pesisir dan lautan pada tingkat pemerintahan yang paling rendah yaitu Desa menuju pesisir dan laut yang tangguh. Kebutuhan dasar tingkat desa pesisir harus dipenuhi seperti jalan, sarana air bersih, sanitasi, dan lain-lain. Selain itu, dalam rangka menjaga kelestarian pesisir dan laut dari ancaman kerusakan karena prilaku manusia dan bencana alam. Program rehabilitasi menjadi penting dengan pemulihan ekosistem seperti penanaman mangrove, penanaman vegetasi pantai, penanaman lamun, transplantasi terumbu karang dan lain sebagainya karena prinsip pembangunan berkelanjutan tidak terkecuali dalam pengelolaan pesisir dan lautan (Ditjen KP3K, 2014). Mengawal Aturan Main Kelautan Sepanjang lima tahun kebelakang, 64 regulasi terkait dengan masalah pengelolaan sumberdaya pesisir dan lautan telah diterbitkan oleh Ditjen Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Kementerian Kelautan dan Perikanan. Dari segi fungsi, regulasi yang telah dikeluarkan sepanjang periode 2010-2014 terbagi dalam lima pemanfaatan: Merawat Masa Depan Tata Kelola Pesisir dan Pulau-Pulau kecil merupakan bagian penting agar keberlanjutannya dapat terjamin. Sebuah undang-undang sebagai revisi UU sebelumnya telah diterbitkan dengan penekanan pentingnya instrumen perizinan untuk pengendalian pemanfaatan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Aturan tentang mitigasi bencana juga telah diterbitkan melalui peraturan pemerintah. Instrumen aturan untuk merawat masa depan juga telah terbit dalam bentuk peraturan presiden untuk kegiatan rehabilitasi, reklamasi dan strategi pengelolaan ekosistem mangrove (KP3K, 2014). Menuju pembangunan berkelanjutan yang ideal menekankan pada pentingnya peningkatan perekonomian masyarakat pesisir dengan meningkatkan kemampuan dan teknologi tanpa merusak atau menimbulkan dampak kerusakan. Selain merehabilitasi lingkungan yang sudah terlanjur rusak, upaya mengkonservasi pun dilakukan sebagai proteksi lingkungan yang madani. Konservasi dalam peraturan dan keputusan menteri juga memperkuat upaya perawatan masa depan. Aturan-aturan yang diterbitkan menyangkut kawasan konservasi, perlindungan jenis ikan dan aturan-aturan rinci tentang pemanfaatan berkelanjutan konservasi (KP3K, 2014). Kemandirian Masyarakat Pesisir Dari puluhan regulasi yang dikeluarkan dalam bentuk Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Perpres, Permen dan Kepmen. Sasaran utamanya untuk kemandirian masyarakat diwilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Diantaranya dalam bentuk kegiatan pengembangan usaha perikanan pedesaan dan pengembangan usaha garam rakyat (KP3K, 2014). Pengembangan usaha kelautan dan perikanan pada tingkat desa dapat menstimulasi Kemandirian masyarakat pesisir. Pada cakupan pemerintahan terkecil inilah kesejahteraan masyarakat pesisir lebih mudah ditumbuhkan dengan pengelolaan kesesuaian potensi SDA dan SDM yang tersedia. Membangun Mitra Bahari Untuk meningkatkan kapasitas pemangku kepentingan, Kementerian Kelautan dan Perikanan juga menerbitkan regulasi dalam bentuk peraturan menteri tentang mitra bahari. Pihak yang disebut mitra bahari adalah pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, organisasi profesi, lembaga swadaya masyarakat, tokoh masyarakat serta dunia usaha (KP3K, 2014). Mitra bahari yang akan mencetuskan ide-ide pengelolaan potensi desa pesisir yang dapat dikelola masyarakat menuju kemandirian desa. Mitra bahari pula yang akan melakukan pendampingan desa sampai tahap kemandiriannya menuju desa pesisir yang tangguh baik dari segi perekonomian masyarakatnya sampai lingkungan dan potensi SDAnya. Menjaga kedaulatan Regulasi tentang pemanfaatan pulau-pulau terluar itu dikeluarkan dalam bentuk peraturan pemerintah. Tujuannya demi menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (KP3K, 2014). Berdasarkan potensi sumberdaya kelautan dan perikanan yang dapat dikembangkan maka keuntungan luas wilayah yang ikut diperhitungkan dapat diperoleh menjadi keuntungan nasional dengan pengakuan titik pangkal batas NKRI oleh negara lain melalui titik bersama (Trijunction Point ). Melayani Publik Lebih Baik Dalam rangka menjalankan fungsinya sebagai pelayan publik, Kementerian Kelautan dan Perikanan juga menerbitkan regulasi demi memberikan kepastian hukum bagi masyarakat dalam pelayanan publik bidang kelautan dan perikanan (KP3K, 2014). Dengan memberikan layanan yang terbaik dan manfasilitasi kemudahan dalam pemenuhan kebutuhan bagi masyarakat pesisir maka kemandirian masyarakat pesisir akan mudah dicapai sehingga tingkat perekonomian nasional pun akan tumbuh.(Prasenja-Pemilu2019) Sumber: Refleksi 2010-2014 dan Agenda 2015-2019 “Laut Masa Depan Kita”, Ditjen KP3K, Jakarta, 2014

Mine coins – make money: http://bit.ly/money_crypto

Ditulis pada Laut Masa Depan Kita | Tag , , , | Tinggalkan komentar

Polisi Berkuda, mengamankan Taman Margasatwa

Polisi Berkuda di Taman Margasatwa

Kuda hitam asal Belanda yang merupakan ras campuran dan Womblad milik Detasemen Turangga (Atas). Kuda coklat yang sedang ditunggangi polisi berkuda dari Detasemen Turangga (Bawah). (Pemilu2019-Prasenja)

Jakarta (Pemilu2019) – Liburan panjang pasca idul fitri dimanfaatkan sebagian masyarakat Jakarta yang tidak mudik untuk berekreasi ke tempat-tempat wisata di Jakarta dan sekitarnya. Pengamanan ekstra pun dilakukan kepolisian untuk menjaga ketertiban dan keamanan ibukota ini. Bahkan sampai Detasemen Turangga/polisi berkuda ikut dilibatkan.

Polisi berkuda menunggang kuda yang berasal dari Belanda

Polisi berkuda dari Detasemen Turangga sedang menunggangi kudanya berjenis ras campuran dan Womblad. (Pemilu2019-Prasenja)

Uniknya, Aswasada kepolisian dengan kuda asli Belanda yang berjenis ras campuran dan Womblad ini menjadi daya tarik taman margasatwa/kebun binatang Ragunan. Keramahan Aswasada/polisi berkuda ini membuat pengunjung merasa senang. Tidak hanya berfoto, polisi berkuda pun mengizinkan pengunjung untuk dapat menunggangi kuda seharga mobil mewah ini.

Pengunjung taman margasatwa Ragunan berpose di kuda seharga mobil mewah.

Pengunjung berpose di samping kuda polisi berjenis ras campuran dan Womblad . (Pemilu2019-Prasenja)

Antrean panjang pun tidak terelakkan hanya untuk berpose sambil menunggang kuda polisi tersebut. Keramahan polisi-polisi berkuda membuat anak-anak nyaman sehingga mereka tidak merasa takut ketika berada diatas kuda polisi. Tidak hanya anak-anak saja, bahkan banyak orang dewasa yang ingin merasakan duduk diatas kuda super tersebut.

Seorang anak yang sedang menunggang kuda polisi.

Seorang anak berpose di atas kuda polisi berjenis ras campuran dan Womblad . (Pemilu2019-Prasenja)

Antrean pengunjung yang penasaran ingin berpose diatas kuda polisi.

Antrean pengunjung yang penasaran ingin berpose di atas kuda polisi  berjenis ras campuran dan Womblad . (Pemilu2019-Prasenja)

Upaya pengamanan dengan cara-cara seperti inilah yang sebenarnya mampu meningkatkan kemanan dan kenyamanan di masyarakat. “Polisi tidak harus melulu memasang wajah sangar.” Komentar Uci, salah seorang pengunjung kebun binatang Ragunan. Harapan tersebut pun diamini oleh seluruh masyarakat pastinya. (Prasenja-Pemilu2019)

Amar Rahadyan Faqih yang berpose bersama polisi diatas kuda.

Amar berpose di atas kuda polisi berjenis ras campuran dan Womblad . (Pemilu2019-Prasenja)

http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fpemilu2019.com%2Farticle%2F145588%2Fpolisi-berkuda-mengamankan-taman-margasatwa.html&width&layout=standard&action=like&show_faces=true&share=true&height=80&appId=145082632176016

Ditulis pada Informasi | Tag , , , | Tinggalkan komentar

Pemilu 2014: Animo yang Menggebu, Pemilih Pondok Bambu

Pemilih yang sedang membaca visi dan misi pasangan calon presiden dan wakil presiden sebelum memilih di TPS 12 Pondok Bambu.

Anggota KPPS yang memberikan petunjuk arah keluar bagi pemilih yang telah selesai memilih (atas). Pemilih yang sedang membaca visi dan misi pasangan calon presiden dan wakil presiden sebelum memilih di TPS 12 Pondok Bambu (bawah). (Prasenja-Pemilu2019)

Jakarta (Pemilu2019) – Hari ini, (9/7) merupakan hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia karena serentak di seluruh pelosok negeri Indonesia dilaksanakan pemilihan umum (pemilu). Pemilihan Presiden ini tidak sekedar pesta demokrasi, namun juga penentu nasib bangsa Indonesia untuk lima tahun mendatang. Akan tetapi semua itu harus di jalani dengan arif dan bijaksana agar tidak muncul gesekan di berbagai lapisan masyarakat tentunya. Siap Menang tentunya Harus Siap Kalah, Menang Ojo Umuk Sing Kalah Ojo Ngamuk . Begitu kira-kira slogan yang harus dijunjung tinggi oleh kedua pasangan Capres.

Suasana TPS 12, Pondok Bambu

Suasana TPS 12 Pondok Bambu pada pemilihan presiden (pilpres) 2014 (9/7). (Prasenja-Pemilu2019)

Di lingkungan rumah saya sendiri pun telah disiapkan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yakni TPS 12 Kelurahan Pondok Bambu. TPS ini dibuat di pelataran/halaman rumah warga dengan atap terpal. Walaupun terkesan sederhana namun jumlah pemilih di TPS 12 ini cukup banyak, sekitar 777 orang pemilih yang terdiri dari gabungan dua RT. KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) pun beranggotakan dari dua RT tersebut tentunya.

Anggota KPPS mempersiapkan amplop untuk hasil suara.

Anggota KPPS TPS 12 Pondok Bambu mempersiapkan amplop untuk hasil suara yang akan dikirim ke PPS. (Prasenja-Pemilu2019)

Ketua KPPS 12 sedang memberi nomer surat suara.

Ketua KPPS di TPS 12 Pondok Bambu sedang memberi nomer surat suara (9/7). (Prasenja-Pemilu2019)

Animo pemilih di TPS 12 Pondok Bambu sangat tinggi, sejak dimulainya pemilihan jam tujuh pagi tadi sudah banyak pemilih yang datang untuk mengaspirasikan suaranya kepada pasangan calon presiden lima tahun mendatang. Memang sejak Pemilihan Anggota Legislatif beberapa waktu yang lalu, angka golput di lingkungan TPS 12 Pondok Bambu sangat kecil karena memang kesadaran berpolitik, berbangsa dan bernegara sudah tinggi. Mereka yakin bahwa mereka pun punya andil untuk menentukan masa depan bangsa.

Pemilih yang mengantri untuk mendapatkan kertas suara di TPS 12.

Pemilih yang mengantri untuk mendapatkan kertas suara di TPS 12 Pondok Bambu (9/7). (Prasenja-Pemilu2019)

Seorang pemilih yan telah selesai memberikan hak pilihnya di TPS 12 Pondok Bambu(9/7). (Prasenja-Pemilu2019)

Seorang pemilih menuju pintu keluar TPS karena telah selesai memberikan hak pilihnya di TPS 12 Pondok Bambu(9/7). (Prasenja-Pemilu2019)

Besar harapan warga Pondok Bambu untuk Indonesia lebih baik seperti yang dituturkan Aning seorang warga dilingkungan TPS 12 Pondok Bambu. “Kita harap Pilpres ini dapat berjalan lancar, aman dan kondusif, siapapun nanti yang terpilih.” Ujarnya.

Seorang pemilih yan telah selesai memberikan hak pilihnya ditandai dengan tinta pemilu (9/7). (Prasenja-Pemilu2019)

Seorang pemilih yang telah selesai memberikan hak pilihnya ditandai dengan tinta pemilu (9/7). (Prasenja-Pemilu2019)

Nah, sudahkan anda memilih hari ini untuk Indonesia lebih baik? Jangan golput, karena golput itu gak keren. (Prasenja-Pemilu2019)

http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fpemilu2019.com%2Farticle%2F144491%2Fpemilu-2014-animo-yang-menggebu-masyarakat-pondok-bambu.html&width&layout=standard&action=like&show_faces=true&share=true&height=80&appId=145082632176016

Ditulis pada Informasi | Tag , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Serunya Menelusuri Goa Pindul di Gunung Kidul

Akses jalan menuju goa Pindul di Gunung Kidul

Ban dalam yang merupakan salah satu perlengkapan keamanan eksplorasi goa pindul tersusun rapih di pelataran operator goa Pindul (atas). Seorang ibu yang sedang membawa pakan ternak melintas di jalan menuju arah goa Pindul, Gunung Kidul (bawah). (Prasenja-Pemilu2019)

Jakarta (Pemilu2019) – Menjelang Ramadhan 1435 H, saat saya sedang bertugas di Jogjakarta dan saya menyempatkan untuk pulang ke Rongkop, Gunung Kidul dengan mengajak dua orang kawan. Dalam perjalanan banyak sekali spanduk-spanduk yang menawarkan jasa antar ke Goa Pindul. Karena memang saya pun belum pernah kesana maka kami memutuskan menuju goa Pindul terlebih dahulu yang memang jalur perjalanannya pun searah.

Akses menuju goa Pindul di Gunung Kidul

Akses jalan menuju goa Pindul yang sepi dan halus. (Prasenja-Pemilu2019)

Loket pembelian tiket masuk Goa Pindul di Gunung Kidul

Pengunjung yang sedang antri membeli tiket wisata goa Pindul. (Prasenja-Pemilu2019)

Dua orang pengunjung yang sedang berjalan menuju mulut goa Pindul

Dua orang pengunjung yang nampak ceria saat akan berwisata menelusiri goa Pindul. (Prasenja-Pemilu2019)

Goa Pindul yang terletak di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Gunung Kidul, Yogyakarta ini merupakan sebuah lorong batuan karst yang terbentuk karena aliran sungai bawah tanah. Goa Pindul yang panjangnya kurang lebih 350 meter merupakan lintasan dari sungai bawah tanah yang mempunyai kedalaman 1 hingga 12 meter. Goa Pindul mulai dibuka sebagai kawasan wisata goa tahun 2010 dan sampai sekarang merupakan salah satu tujuan wisata favorit di Jogjakarta.

Pengunjung yang bersiap untuk eksplorasi goa Pindul

Pengunjung menuruni anak tangga menuju mulut goa Pindul, Gunung Kidul. (Prasenja-Pemilu2019)

Wisatawan yang berpose di depan mulut goa Pindul sebelum eksplorasi.

Dua orang pengunjung berpose di mulut goa Pindul, Gunung Kidul. (Prasenja-Pemilu2019)

Pengunjung yang bersiap untuk eksplorasi goa Pindul

Pengunjung yang akan mengeksplorasi goa Pindul dengan menggunakan ban dalam truk dan lengkap dengan pelampungnya. (Prasenja-Pemilu2019)

Goa Pindul sendiri menyimpan ornament yang menjadi ciri khas goa karst antara lain stalaktite, stalagmite, kolom/pilar (stalaktite dan stalagmite yang menyatu), gourden, limestone dan lain sebagainya. Walaupun tidak lengkap ornament endokarst kawasan ini namun bagi wisatawan sudah cukup menarik sensasi berpetualangnya sehingga goa Pindul tidak pernah sepi pengunjung, apalagi disaat liburan.

Pengunjung yang sedang eksplorasi goa Pindul.

Dua orang pengunjung yang berpose diatas ban sebelum memasuki goa Pindul, Gunung Kidul. (Prasenja-Pemilu2019)

Seorang pengunjung goa Pindul yang sedang berenang di sungai bawah tanah dengan perlengkapan keselamatan berupa pelampung

Seorang pengunjung berenang di sungai bawah tanah goa Pindul, Gunung Kidul. (Prasenja-Pemilu2019)

Benar dugaan saya, ketika sampai di goa Pindul sudah jam tiga sore, namun jumlah pengunjung tidak juga surut. “Walaupun tidak serame tadi siang, tapi pengunjung biasanya ada saja yang datang hingga menjelang magrib, mas!” tukas Agus, salah seorang pemandu wisata goa Pindul.

coloum atau pilar yang merupakan ornamen di goa Pindul

Dua buah ornamen coloumb atau pilar ada di dalam goa Pindul yang merupakan ornamen menyatunya stalaktite dan stalakmite. (Prasenja-Pemilu2019)

Gourden yang merupakan ornamen di goa Pindul

Gourden, ornamen di dalam goa Pindul terbentuk karena aliran air yang mengandung kalsit pada celah-celah batuan yang mengendap dan nampak seperti gourden. (Prasenja-Pemilu2019)

Keberadaan goa Pindul dan sungai Oya merupakan berkah tersendiri bagi masyarakat Desa Beji. Perputaran uang yang masuk kedalam pengelolaan wisata minat khusus ini mencapai satu milyar perminggu, apalagi ketika musim liburan sekolah tiba bisa dua hingga tiga kali lipatnya. Waw sungguh menakjubkan.

Gourdam yang merupakan ornamen di goa Pindul

Gourdam, ornamen di dalam goa Pindul terbentuk karena aliran air yang mengandung kalsit pada celah-celah batuan yang mengendap. (Prasenja-Pemilu2019)

Kelelawar atau kampret yang bersarang di langit-langit goa Pindul

Kelelawar atau kampret dalam bahasa lokal yang sedang bersarang di langit-langit goa Pindul, Gunung Kidul. (Prasenja-Pemilu2019)

Tarif masuk ke goa Pindul di patok Rp. 30.000,- dan untuk arung jeram di sungai Oya sebesar Rp. 45.000,-. Dengan tarif sebesar itu pengunjung sudah mendapatkan fasilitas savety procedure seperti pelampung, helm, ban serta asuransi dan seorang guide per rombongan.

lorong goa Pindul yang tergenang sungai bawah tanah

Lorong goa Pindul yang tergenang air menjadi sungai bawah tanah yang menandakan bagian-bagian dari goa Pindul ini masih aktif atau masih dapat terbentuk ornamen-ornamen baru. (Prasenja-Pemilu2019)

dua orang pengunjung yang sedang beratraksi lompat dari ketinggian di goa Pindul

Dua orang pengunjung yang melompak dari tebing goa Pindul. Aktivitas ini menjadikan daya tarik wisata goa Pindul, Gunung Kidul. (Pemilu2019)

Waktu tempuh penelusuran kurang-lebih satu jam dan tergantung keramaian pengunjung. Selama ekplorasi guide tersebut selain membantu kita dalam penelusuran agar aman dan nyaman, juga memberikan informasi tentang speleologi -ilmu tentang kegoaan- dasar seperti pengenalan ornament dan sejarah singkat goa Pindul tersebut. Selain berekreasi, goa Pindul merupakan tempat yang tepat yang menekankan pada sisi edukasi. Nah, menyenangkan bukan? Saatnya anda dan keluarga lebih pintar memilih tempat rekreasi yang sekaligus bernilai edukasi. (Prasenja-Pemilu2019)

Penulis dan dua orang kawan berpose di pintu masuk goa Pindul

Penulis dan kawan berpose di mulut goa Pindul, Gunung Kidul. (Pemilu2019)

http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fpemilu2019.com%2Farticle%2F144193%2Fserunya-menelusuri-goa-pindul-di-gunung-kidul.html&width&layout=standard&action=like&show_faces=true&share=true&height=80&appId=145082632176016

Ditulis pada Perjalanan | Tag , , , , , | Tinggalkan komentar

Arsitektur Cina Khas Kelenteng Sam Po Kong

Jakarta (Pemilu2019) – Setelah mengunjungi Lawang Sewu beberapa waktu lalu, kami pun beranjak ke kelenteng Sam Po Kong yang terletak di daerah Simongan, sebelah barat daya Kota Semarang. Cuaca mulai terik di siang hari, setelah membeli tiket masuk sebesar Rp. 3.000,- kami beristirahat disebuah kursi bercat merah yang menjadi ciri khas warna oriental. Dibawah pohon besar nan rindang ini kami menikmati es cream yang dijual di warung dalam kelenteng Sam Po Kong. Memang hanya es yang dapat menyegarkan suasana di siang yang panas ini sampai-sampai wajah Amar pun belepotan es cream.

Gerbang Kelenteng Sam Po Kong

Gerbang Kelenteng Sam Po Kong, berarsitektur kerajaan Cina. (Prasenja-Pemilu2019)

Amar belepotan, gak kotor gak pinter.

Amar Rahadyan Faqih nampak belepotan sisa-sisa es cream, gak kotor gak pinter (Prasenja-Pemilu2019)

Amar bermain petak umpet di kelenteng sam po kong

Amar Rahadyan Faqih yang bermain petak umpet di Kelenteng Sam Po Kong. (Prasenja-Pemilu2019)

Amar joget

Amar Rahadyan Faqih yang menari-nari di Kelenteng Sam Po Kong (Prasenja-Pemilu2019)

Amar didepan patung naga di Kelenteng Sam Po Kong

Amar Rahadyan Faqih berpose di depan patung singa di Kelenteng Sam Po Kong (Prasenja-Pemilu2019)

Kelenteng Sam Po Kong sendiri merupakan sebuah petilasan, yaitu bekas tempat persinggahan dan pendaratan pertama seorang Laksamana Tiongkok beragama islam yang bernama Zheng He / Cheng Ho . Tanda yang menunjukan sebagai bekas petilasan yang berciri keislamanan dengan ditemukannya tulisan berbunyi “marilah kita mengheningkan cipta dengan mendengarkan bacaan Al Qur’an”.

Kelenteng Sam Po Kong

Kelenteng Sam Po Kong (Prasenja-Pemilu2019)

Kelenteng Sam Po Kong

Kelenteng Sam Po Kong (Prasenja-Pemilu2019)

orang Indonesia keturunan cina menganggap bangunan Kelenteng Sam Po Kong itu adalah sebuah kelenteng -mengingat bentuknya berarsitektur khas cina sehingga mirip sebuah kelenteng-. Sekarang tempat tersebut dijadikan tempat peringatan dan tempat pemujaan atau bersembahyang bagi umat Kong Hu Cu. Untuk keperluan tersebut, di dalam gua batu itu diletakan sebuah altar, serta patung-patung Sam Po Tay Djien. Padahal laksamana Cheng Ho sendiri seorang muslim, tetapi oleh mereka di anggap dewa. Hal ini dapat dimaklumi mengingat agama Kong Hu Cu atau Tau menganggap orang yang sudah meninggal dapat memberikan pertolongan kepada mereka dan juga kelenteng Sam Po Kong ini sudah dibeli oleh seseorang berketurunan Cina yang beragama Kong Hu Cu pada tahun 1879, Oei Tjie Sing.

Patung Ceng Ho di kelenteng Sam Po Kong

Patung Laksamana di kelenteng Sam Po Kong (Prasenja-Pemilu2019)

Patung Panglima Perang di Kelenteng Sam Po Kong

Patung Panglima Perang di Kelenteng Sam Po Kong (Prasenja-Pemilu2019)

Kelenteng Sam Po Kong

Dua orang perempuan berpakaian ala kerajaan Cina melintas di Kelenteng Sam Po Kong. (Prasenja-Pemilu2019)

Kelenteng Sam Po Kong

Kelenteng Sam Po Kong (Prasenja-Pemilu2019)

Setelah berkeliling lingkungan kelenteng Sam Po Kong dan mengabadikan setiap bagian dari arsitekturnya, kami pun menuju rumah makan Pak Untung yang menyajikan menu istimewanya berupa gulai kepala ikan. Gulai kepala Salmon yang saya pesan bersama cah kangkung dan segelas es jeruk. Dibalik kelezatan gulai kepala ikan Salmon, menyimpan banyak protein dan nutrisi bagi tubuh.

Gulai Kepala ikan pak Untung

Dua orang koki sedang mempersiapkan bahan untuk meracik masakan gulai kepala ikan. (Prasenja-Pemilu2019)

Gulai kepala salmon

Gulai kepala Salmon yang gurih dan nikmat. (Prasenja-Pemilu2019)

Setelah perut terisi sebagian dan lelah pun terbayar, lalu kami bergegas untuk pulang kembali ke Jakarta. Penerbangan sore hari dapat menambah panjang waktu istirahat sebelum esok hari kembali beraktivitas. Damai terasa hangat ketika ke Semarang tanpa tanggungan tugas negara. Selanjutnya, liburan kemana lagi kita nanti?

Lampion yang bergantung di Kelenteng Sam Po Kong

Lampion yang digantung di depan Kelenteng Sam Po Kong (Prasenja-Pemilu2019)

Amar dan Ayah di depan gerbang Kelenteng Sam Po Kong, Semarang

Amar dan Ayah berpose di depan gerbang Kelenteng Sam Po Kong yang berarsitektur mirip gerbang kerajaan di Cina. (Aning T S-Pemilu2019)

Bunda yang berpose di depan gerbang Kelenteng Sam Po Kong yang berarsitektur mirip gerbang kerajaan di Cina

Bunda yang berpose di depan gerbang Kelenteng Sam Po Kong yang berarsitektur mirip gerbang kerajaan di Cina. (Prasenja-Pemilu2019)

Amar Rahadyan Faqih yang berpose di depan gerbang Kelenteng Sam Po Kong yang berarsitektur mirip gerbang kerajaan di Cina

Amar Rahadyan Faqih yang berpose di depan gerbang Kelenteng Sam Po Kong yang berarsitektur mirip gerbang kerajaan di Cina. (Prasenja-Pemilu2019)

Sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Klenteng_Sam_Po_Kong

http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fpemilu2019.com%2Farticle%2F143376%2Farsitektur-cina-khas-kelenteng-sam-po-kong.html&width&layout=standard&action=like&show_faces=true&share=true&height=80&appId=145082632176016

Ditulis pada Perjalanan | Tag , , , | Tinggalkan komentar

Lawang Sewu, Bangunan Seribu Pintu

Lawang Sewu merupakan bangunan kuno “seribu pintu” peninggalan Belanda yang dibangun pada tahun 1904.

Jakarta (Pemilu2019) – Setelah sekian kali saya berplesir ke kota Semarang, baru kali ini bisa menyempatkan diri berkunjung ke Lawang Sewu. Kunjungan pertama ke Lawang Sewu menjadi spesial karena ditemani si kecil Amar Rahadyan Faqih dan istri.

Lawang Sewu, Bangunan Seribu Pintu

Amar Rahadyan Faqih foto bersama ayah di depan pintu jaga petugas Lawang Sewu. (Pemilu2019-Aning T S)

Lawang Sewu, Bangunan Seribu Pintu

Bangunan yang digunakan sebagai pos penjaga saat jaman kolonial di depan gerbang lawang sewu. (Pemilu2019-Prasenja)

Lawang Sewu, Bangunan Seribu Pintu

Amar Rahadyan Faqih foto bersama bunda di depan bangunan Lawang Sewu sisi kiri yang sudah di renovasi. (Pemilu2019-Prasenja)

Kunjungan ini memang diniatkan setelah acara pernikahan saudara di Kendal. Kami merubah jadwal kembali ke Jakarta dengan di undur satu hari agar bisa menyempatkan keliling kota Semarang. Kunjungan pertama kami ke Lawang Sewu yang kemudian dilanjutkan ke Klenteng Sam Po Kong (yang akan saya bahas di tulisan berikutnya).Lawang Sewu, Bangunan Seribu Pintu

Bangunan Lawang Sewu yang sudah di renovasi. (Pemilu2019-Prasenja)Lawang Sewu, Bangunan Seribu Pintu

De n ah lokasi Lawang Sewu yang terpasang di depan pintu masuk Lawang Sewu. (Pemilu2019-Prasenja)

Lawang Sewu sendiri merupakan bangunan kuno “seribu pintu” peninggalan kolonial Belanda yang dibangun pada tahun 1904. Gedung yang terletak di sisi timur Tugu Muda Semarang ini awalnya merupakan kantor pusat perusahaan kereta api (trem ) penjajah Belanda atau Nederlandsch Indishe Spoorweg Naatschappij (NIS).

kereta api kuno di Lawang Sewu
Kereta Api kuno yang di pamerkan dihalaman Lawang Sewu. (Pemilu2019-Prasenja)

Amar dan Bunda Pose di depan kereta api Lawang Sewu

Amar dan bunda berpose di samping Kereta Api kuno yang di pamerkan dihalaman Lawang Sewu. (Pemilu2019-Prasenja)

Bangunan utama Lawang Sewu berupa tiga lantai bangunan yang memiliki dua sayap membentang di sisi kanan dan kirinya. Semua struktur bangunan, pintu dan jendela mengadaptasi gaya arsitektur Belanda karena memang bangunan ini di desain oleh arsitek Belanda Prof. Jacob F. Klinkhamer (TH Delft) dan B.J. Ouendag.

Kamar Mandi Lawang Sewu

Kamar Mandi Lawang Sewu yang pernah digunakan untuk pengunjung. (Pemilu2019-Prasenja)

Wastafel Lawang Sewu

Wastafel di kamar mandi Lawang Sewu yang sudah rusak. (Pemilu2019-Prasenja)

Uriner di Lawang Sewu

Uriner di kamar mandi Lawang Sewu peninggalan kolonial yang sudah rusak. (Pemilu2019-Prasenja)

Sayangnya saat kunjungan kami gedung ini masih direnovasi sehingga ada beberapa lokasi yang belum boleh dikunjungi. Ditambah lagi dengan rewelnya Amar yang tidak betah karena teriknya siang hari membuat kunjungan ini menjadi kurang menarik. Namun saya tidak mau kehilangan momen, kubujuk Amar dengan rayuan agar tidak rewel dan mau berpose untuk difoto.

Ekspresi Amar ahadyan Faqih saat melihat foto kereta api

Nampak ekspresi Amar Rahadyan Faqih yang tertarik melihat foto kereta api yang dipamerkan di Lawang Sewu. (Pemilu2019-Prasenja)

Keceriaan Amar bersama Bunda di Lawang Sewu

Keceriaan Amar Rahayan Faqih bersama bunda di Lawang Sewu. (Pemilu2019-Prasenja)

Lorong-demi lorong kami kunjungi mulai dari lantai dasar hingga loteng bangunan yang digunakan penembak jitu kolonial mengamakan kawasan ini. Di salah satu lorong luar Lawang Sewu ternyata terdapat kios-kios orang berjualan yang hanya menggunakan meja saja. Kami pun membeli beberapa kaos sebagai oleh-oleh walaupun harganya cukup mahal. Setelah lelah berkeliling di Lawang Sewu, kami beristirahat sejenak di bawah pohon kecil namun rindang yang di sekitarnya terdapat bunga-bunga yang menjadi daya tarik Amar untuk melupakan kelelahannya.

Amar Rahadyan Faqih melepas dahaga sambil mennggu bunda berbelanja

Amar Rahadyan Faqih melepas dahaga sambil mennggu bunda berbelanja di Lawang Sewu. (Pemilu2019-Prasenja)

Pedagang cendera mata di lorong Lawang Sewu

Pedagang cendera mata di lorong Lawang Sewu yang sedang melayani pembeli. (Pemilu2019-Prasenja)

Amar Rahadyan Faqih yang sedang memetik bunga

Amar Rahadyan Faqih yang sedang memetik bunga di taman Lawang Sewu. (Pemilu2019-Prasenja)

Pemandu Wisata yang sedang menjelaskan sejarah Lawang Sewu

Pemandu Wisata yang sedang menjelaskan sejarah Lawang Sewu. (Pemilu2019-Prasenja)

Setelah beristirahat, kami melanjutkan perjalanan menuju pint u keluar. Didekat pintu keluar Lawang Sewu terdapat lokomotif uap C2301 yang dibuat tahun 1908. Rupanya Amar tertarik dengan lokomotif tersebut lalu bersama bundanya naik kedalam loko tersebut dan berpose untuk difoto.

Amar Rahadyan Faqih yang berpose di atas lokolotif uap C2301

Amar Rahayan Faqih yang berpose di atas lokomotif uap C2301 yang dibuat tahun 1908 yang berada di Lawang Sewu. (Pemilu2019-Prasenja)

Amar Rahayan Faqih yang berpose bersama bunda di atas lokomotif uap C2301 yang dibuat tahun 1908.

Amar Rahayan Faqih yang berpose bersama bunda di atas lokomotif uap C2301 yang dibuat tahun 1908 yang berada di Lawang Sewu . (Prasenja-Pemilu2019)

Pengunjung yang akan turun dari loteng Lawang Sewu

Pengunjung yang akan turun dari loteng Lawang Sewu. (Pemilu2019-Prasenja)

Lawang Sewu walaupun menyimpan beribu-ribu misteri didalamnya, gedung tua nan kokoh ini sangat menarik untuk dikunjungi. Setelah renovasi selesai, saya yakin daya tarik Lawang Sewu akan semakin meningkat dan nilai sejarahnya pun tidak akan hilang. (Prasenja-Pemilu2019)

Menara pengawas tempat penembak jitu berjaga.

Tangga menuju menara pengawas tempat penembak jitu berjaga yang berada di Lawang Sewu . (Pemilu2019-Prasenja)

Amar Rahadyan Faqih melepas dahaga.

Amar Rahadyan Faqih melepas dahaga setelah seharian berkeliling di Lawang Sewu. (Pemilu2019-Prasenja)

Foto Bersama di Lawang Sewu, Bangunan Seribu Pintu

Foto Bersama di Lawang Sewu, Bangunan Seribu Pintu. (Pemilu2019-Prasenja)

http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fpemilu2019.com%2Farticle%2F141839%2Flawang-sewu-bangunan-seribu-pintu.html&width&layout=standard&action=like&show_faces=true&share=true&height=80&appId=145082632176016

Ditulis pada Perjalanan | Tag , , | Tinggalkan komentar