Jakarta (Pemilu2019) – Jalan-jalan ke gumuk pasir di Yogyakarta ibarat berkunjung ke gurun sahara Timur Tengah. Hamparan pasir yang luas di selatan Provinsi DIY merupakan fenomena alam unik dan satu-satunya di Asia Tenggara. Kawasan gumuk pasir dapat ditempuh dari kota Yogyakarta dengan waktu + 30 menit kearah selatan dan tidak jauh dari objek wisata pantai Parangtritis.
Gumuk pasir yang terbentuk di antara pantai Parang Kusumo sampai Pantai Depok ini pada umumnya disusun atas material pasir hitam gunung Merapi yang terbawa oleh aliran sungai Oyo dan Opak yang kemudian diendapkan dimuara sungai. Besarnya angin di pesisir selatan Yogyakarta membuat material pasir terdeflasi dalam bentuk saltasi atau rayapan pasir. Adanya hambatan yang berupa vegetasi ataupun topografi penghalang akan menyebabkan material mengendap sehingga terbentuk gumuk pasir. Gumuk pasir yang paling fenomenal di Yogyakarta adalah tipe barchan yang menyerupai bulan sabit. Gumuk pasir yang sudah pasif (Pemilu2019-Prasenja)
Sebagai fenomena yang langka Gumuk pasir memiliki fungsi ekologis yang sangat penting. Daerah berpasir seperti ini memiliki kemampuan meloloskan air yang tinggi sehingga memberikan cadangan air bagi masyarakat pesisir. Selain itu keberadaan gumuk pasir dapat meredam hantaman gelombang tsunami, sehingga dengan keberadaan gumuk pasir resiko yang ditimbulkan akibat bencana tsunami dapat berkurang.
Tidak heran jika kawasan ini menjadi lokasi favorit untuk fotografi, pembuatan video klip sampai film. Seperti video klip Agnes Monica (Godai Aku Lagi) dan Letto (Memiliki Kehilangan) serta film pasir berbisik merupakan salah satu yang mengambil setting di kawasan ini.Lokasi untuk narsis juga (Pemilu2019-Prasenja)
Gumuk pasir yaitu hamparan bukit-bukit pasir pun menjadi arena latihan para penghobi motocross . Medan dengan tingkat kesulitan yang variatif dan luas ini menjadi tempat favorit para crosser . Adrenalin para crosser pun terpacu dibuatnya ketika berlati di hamparan gumuk pasir ini.Arena Latihan Motocross (Pemilu2019-Prasenja)
Setelah seharian berpanas-panasan di hamparan pasir untuk berfoto-foto, kita dapat langsung menuju pantai Depok. Disana kita disajikan pasar ikan segar yang langsung dapat dimasak di restoran-restoran sederhana bernuansa pesisir dan bermain air di pantainya yang berpasir atau sekedar menikmati keindahan pemandangan sambil menunggu sunset menjelang.
Petualangan yang tidak terlupakan ini membuatku akan selalu rindu dengan Yogyakarta. (Pemilu2019-Prasenja) Rumput di gumuk pasir sebagai barier pembentuk gumuk pasir. (Pemilu2019-Prasenja)
Jakarta (Pemilu2019) – Ketika masih aktif dalam organisasi kemahasiswaan, seorang senior pernah mengevaluasi diriku, dia bilang bahwa aku ini terlalu bermanuver. Awalnya aku berfikir ini sebuah kritikan yang pedas bagi diriku, dalam hatiku berkata mungkin aku banyak melakukan hal yang sebenarnya normatif tapi tidak biasa/pernah mereka lakukan.
Aku mencoba mengolah perkataan itu, sentilan bahwa aku terlalu bermanuver dalam mengambil keputusan dan melakukan suatu tindakan. Ya, aku berpendapat analogi ini ibarat sebuah akrobatik pesawat tempur bahwa manuver yang aku lakukan itu adalah sebuah kreativitas dan seni berorganisasi yang sedang aku lakukan. Karena manuver yang aku lakukan itu merupakan sebuah aksi agar aku tidak berbenturan, aksi menghindar dari sebuah kecelakaan/tabrakan dan juga manuver yang aku lakukan merupakan suatu upaya agar terlihat indah dan cantik, tidak datar dan monoton.
Dinamika yang terjadi pada sebuah organisasi terkadang bisa saja terulang tetapi sering kali berkembang sesuai dengan kondisi dan tuntutan jaman. Karena itulah inisiatif harus sering dilakukan sebagai solusi atas sebuah permasalahan yang terus berkembang. Disinilah titik-titik dimana terkadang kita harus sering bermanuver agar roda organisasi dapat terus berjalan dan melanjutkan eksistensinya kedepan.
Elemen organisasi harus berani menanggung resiko atas semua keputusan yang di ambil, atas kegiatan yang akan, sedang atau telah berjalan. Tiap individu dalam organisasi berhak untuk bermanuver, akan tetapi harus dikoordinasikan agar manuver-manuver yang dilakukan tersebut tidak berbenturan dan mengakibatkan “kecelakaan” pada organisasi.
Komunikasi harus terus dibangun agar strategi dapat dijalankan. Bangunlah kordinasi dengan tujuh kali berkomunikasi dengan tujuh cara yang berbeda tujuannya agar pesan yang ingin disampaikan terserap dengan sempurna oleh masing-masing idividu. Karena tidak semua dari individu dapat mampu menyerap pesan yang disampaikan hanya dengan satu kali dan satu cara berkomunikasi.
Cara sederhana berkomunikasi seperti inilah yang sangat jarang diterapkan, bahkan oleh organisasi yang mapan sekalipun. Terkadang pemimpin enggan berkomunikasi dengan bawahan yang tidak sejalan dan sepemikiran. Kenapa seperti itu bisa terjadi? Menurut saya egolah yang lebih dominan bagi pribadinya untuk berkembang dari pada elemen-elemen lain yang sebenarnya lebih membangun dan potensial dari dirinya sendiri. Resiko yang harus dibayar mahal dari hanya mengedepankan ego adalah kemunduran organisasi.
Solusinya hanya satu, bunuhlah ego dari tiap individu dengan berkomunikasi. Komunikasi pun dapat dijadikan alat untuk mengukur potensi dan kapabilitas sumberdaya manusia yang terlibat didalamnya. Dari komunikasilah akan muncul solusi-solusi yang praktis dan mudah diterapkan organisasi karena muncul berdasarkan potensi yang ada.
Jadi bermanuver sambil terus berkomunikasi adalah metode sederhana untuk mempercepat perkembangan organisasi, sebuah langkah efektif pergerakan mesin organisasi. Hanya orang yang berani yang selalu bermanuver dan akan selalu siap dengan perubahan. Salam. (Pemilu2019-Prasenja)
Perkotaan pada umumnya mempunyai pertumbuhan penduduk relatif cepat yang berakibat pada kepadatan penduduk yang tinggi. Hal ini berdampak terhadap kebutuhan akan adanya sarana penunjang untuk memperlancar aktivitas semakin meningkat, guna mendukung sosial ekonomi di wilayah perkotaan. Salah satu fasilitas umum yang penting bagi pejalan kaki diantaranya adalah pembangunan trotoar.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Badudu-Zain), trotoar diartikan jalan di tepi jalan besar yang biasanya lebih tinggi dari jalan besar itu, tempat orang berjalan kaki. Trotoar atau bisa disebut dengan tempat berlalu lalangnya para pejalan kaki yang aman dan nyaman untuk menuju daerah tujuannya. Memang jika dilihat dari fungsinya tersebut tentunya kita pun setuju bahwa trotoar merupakan hak bagi para pejalan kaki.
Untuk dapat berjalan dengan leluasa, nyaman dan aman maka pejalan kaki memerlukan fasilitas yang memang disediakan khusus yaitu trotoar. Karena tidak mungkin pejalan kaki akan berjalan pada badan jalan yang akan menimbulkan resiko kecelakaan dan mengganggu lalu lintas kendaraan yang ada.
Namun semakin tingginya penggunaan trotoar oleh pejalan kaki maka bermunculan faktor penghalang pada trotoar, diantaranya adalah pedagang kaki lima (PKL) dan parkir. Bahkan tidak sedikit pengguna sepeda motor yang memaksakan kendaraannya berjalan di trotoar untuk menghindari kemacetan.
Jakarta sebagai kota megapolitan sendiri pun menyimpan banyak carut-marut pemanfaatan trotoar sehingga tidak layak dijadikan barometer pembangunan di Indonesia. Trotoar yang seharusnya diperuntukan sebagai prasarana pejalan kaki, tetapi digunakan sebagai tempat parkir kendaraan bermotor dan juga disesaki oleh PKL bahkan tidak jarang sepeda motor yang melintas.
Menurut Naskah Ilmiah Balitbang PU bahwa saat ini kawasan pejalan kaki telah beralih fungsi, memiliki kualitas yang tidak memenuhi standar kelayakan, serta tidak sesuai dengan perilaku dan harapan pejalan kaki di Indonesia. Disamping itu, pengembangan prasarana pejalan kaki harus berkompetisi dengan berbagai aktivitas lainnya.
Hingga sampai saat ini para pejalan kaki masih terus “ diperkosa hak haknya “. Para pejalan kaki ini tidak lagi merasa aman dan nyaman dalam memanfaatkan prasarananya. Tidak sedikit kasus penabrakan pejalan kaki di kota Jakarta akhir-akhir ini yang menimbulkan korban jiwa.
Selain dilihat dari apek fungsi tadi, marilah kita tinjau dari korelasi antara nilai trotoar secara fisikal dengan kuantitas para pejalan kaki. Lebar trotoar direncanakan mampu memenuhi volume pejalan kaki yang ada. Trotoar disarankan untuk direncanakan dengan tingkat pelayanan serendah-rendahnya C (tingkat pelayanan trotoar dapat dilihat pada tabel 1). Pada keadaan tertentu yang tidak memungkinkan trotoar dapat direncanakan sampai dengan tingkat pelayanan E.
Tabel 1.
Tingkat pelayanan trotoar
Tingkat pelayanan
Modul(m²/orang)
Volume(orang/meter/menit)
A
³ 3,25
£ 23
B
2,30 – 3,25
23 – 33
C
1,40 – 2,30
33 – 50
D
0,90 – 1,40
50 – 66
E
0,45 – 0,90
66 – 82
F
£ 0,45
³ 82
Sumber : Dirjen Bina Marga No. 007/T/BNKT/1990.
Untuk lebar tambahan bagi trotoar yang dinilai cukup untuk menampung para pejalan kaki bisa dilihat pada tabel 2. Lebar ini disesuaikan dengan funsional dari lokasi tersebut, baik dilihat dari segi nilai guna maupun tingkat kepadatan para pengguna jalan.
Tabel 2.
Lebar Tambahan
N (meter)
Keadaan
1,5
Jalan di daerah pasar
1,0
Jalan di daerah perbelanjaan bukan pasar
0,5
Jalan didaerah lain
Sumber : Dirjen Bina Marga No. 007/T/BNKT/1990.
Dari tabel diatas, kita bisa melihat bahwa tingkat pelayanan dan lebar tambahan untuk trotoar saling berkorelasi antara satu dengan yang lainnya. Semakin baik tingkat pelayanan dan penyesuaian lebar trotoar dengan lokasi yang ada akan mempermudah akses para pejalan kaki tanpa ada hambatan-hambatan yang sekiranya mengganggu.
Dari fenomena yang terjadi di atas, kita mengatakan bahwa dengan konsep pembangunan seperti itu jangan harap ada penambahan trotoar di ruas-ruas jalan. Trotoar yang sudah ada pun kondisinya sangat menyedihkan. Kondisi perkerasan yang dibuat dengan susunan batako sudah banyak yang rusak. Bahkan di beberapa tempat banyak lubang yang membahayakan keselamatan pejalan kaki. Lubang-lubang itu sisa pekerjaan penambahan kabel telepon, kabel listrik, dan pemasangan pipa air serta galian saluran air pembuangan. Belum lagi pedagang kaki lima ikut menambah meriah trotoar. Pelebaran badan jalan -untuk mengakomodir kebutuhan pergerakan kendaraan bermotor- pun biasanya dilakukan dengan mengurangi lebar trotoar, bahkan sering kali dengan menghilangkannya. Dari kenyataan itu, dapat disimpulkan bahwa pembangunan infrastruktur yang dilakukan adalah untuk mengakomodir kebutuhan pergerakan kendaraan bermotor. Sedang infrastruktur yang dibutuhkan pejalan kaki dan pengendara sepeda -seperti trotoar- terabaikan.
DAFTAR PUSTAKA
Badudu-Zain, 1996, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Pustaka sinar harapan, Jakarta
Dewar, R. and Pline, J.L., 1992, Driver and Pedestrian Characteristic, “Traffic Engineering Handbook”, Institute of Transportation Engineering, Prentice Hall, New Jersey.
Direktorat Jendral Bina Marga, 1990, Petunjuk Tertib Penggunaan Jalan (nomor 004/T/BNKT/1990), Jakarta.
Direktorat Jendral Bina Marga, 1990, Tata Cara Perencanaan Fasilitas Pejalan Kaki di Kawasan Perkotaan (nomor 011/T/Bt), Jalan, Jakarta.
Tanan, Natalia, 2013, Fasilitas Pejalan Kaki, Puslitbang Jalan dan Jembatan, Jakarta.
Soeparno, 2001, Perilaku Pejalan Kaki Selasar Satu Arah di Terminal Purbaya – Surabaya, Jurnal Sipil (ISSN : 1410-976 X) : Sipil Soepra Vol.3 No.7 Januari-April 2001, Semarang.
Jakarta (Pemilu2019) – Indonesia sebagai Negara kepulauan sudah diakui kedaulatannya secara internal maupun eksternal. Secara internal, kedaulatan suatu negara dapat dinyatakan secara formal dengan keberadaan wilayah/teritori beserta dengan penduduk dan pemerintahan di dalamnya. Secara eksternal, kedaulatan suatu negara ditunjukkan dengan adanya pengakuan (recognition ) dari negara-negara lain. Secara demikian, wilayah perbatasan negara mempunyai peranan dan nilai strategis dalam mendukung tegaknya kedaulatan negara, sehingga pemerintah Indonesia wajib memperhatikan secara sungguh-sungguh kesejahteraan dan keamanan nasional. Hal inilah yang diamanatkan Pembukaan UUD 1945 terhadap pemerintah negara, mendorong peningkatan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat sekitar wilayah perbatasan, dan memperkuat kondisi ketahanan masyarakat dalam pertahanan negara. Wilayah perbatasan perlu mendapatkan perhatian karena kondisi tersebut akan mendukung keamanan nasional dalam kerangka NKRI.
Wilayah daratan Indonesia berbatasan langsung dengan negara-negara Malaysia di pulau Kalimantan, Papua Nugini di Papua dan Timor Leste di Nusa Tenggara Timur. Setidaknya terdapat empat provinsi di wilayah perbatasan dan 15 kabupaten/kota yang masing-masing wilayah memiliki karakteristik kawasan perbatasan yang berbeda-beda dilihat dari segi kondisi geografis, demografis, sosial, politik ekonomi dan budaya.
Sebagian besar kawasan di perbatasan kurang tersentuh oleh dinamika pembangunan sehingga kawasan perbatasan sering dijadikan jalur perdagangan illegal dan selundupan baik skala kecil maupun dalam skala yang besar, sehingga perlu diawasi secara ketat. Selain itu karena minimnya infrastruktur yang dibangun pemerintah diwilayah perbatasan, sebagian besar masyarakat diwilayah tersebut masih bergantung kepada Negara tetangga dalam aktivitas ekonomi perdagangannya.
Melalui pendekatan pembangunan masyarakat didaerah perbatasan, Negara tidak perlu lagi kawatir terhadap keamanan daerah perbatasan. Masyarakat perbatasanlah yang nantinya akan banyak berperan dalam menjaga keamanan didaerah perbatasan. Segala macam kasus lintas batas secara illegal dapat diminimalisir sehingga tidak perlu ada lagi penjagaan yang ketat melalui kekuatan militer.
Tantangan yang harus dibenahi pemerintah di wilayah perbatasan antara lain jumlah penduduk yang kurang dan penyebaran yang tidak merata, kualitas SDM yang masih minim serta keterbatasan infrastruktur. Perlu dilakukannya upaya dan langkah konkrit untuk memajukan daerah perbatasan darat terutama dari aspek kesejahteraan dan keamanan.
Indonesia harus membangun pusat-pusat pertumbuhan (Central Bussiness District ) di sepanjang koridor perbatasannya melalui berbagai kegiatan ekonomi dan perdagangan yang nantinya akan memberikan keuntungan bagi pemerintah maupun masyarakatnya sehingga proses urbanisasi secara vertikal yaitu meningkatnya status sosial ekonomi masyarakat didaerah perbatasan dapat tercapai.
Tingkat pendidikan dan kesehatan serta kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) masih relatif rendah dan industri pengolahan belum berkembang, sehingga kegiatan perekonomian masih tergantung pada perdagangan produk mentah. Pembangunan industri ekstraktif yaitu industri yang berorientasi kepada sumber bahan baku perlu dikembangkan diwilayah perbatasan mengingat kawasan perbatasan di Indonesia menyimpan banyak potensi sumberdaya alam yang belum dimanfaatkan secara optimal dan bijaksana. Pembangunan industri ini yang nantinya dapat memicu perkembangan sarana dan prasarana serta infrastruktur diwilayah perbatasan. pembangunan kualitas sumberdaya manusia pun nantinya akan terlaksana.
Demikian pula dengan pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang kurang terkendali serta lemahnya sistem informasi dan komunikasi. Perlu adanya pemantauan serta pembinaan dari pemerintah pusat maupun daerah dalam pemberdayaan masyarakat perbatasan didalam pemanfaatan sumberdaya alam sehingga eksploitasi dapat terlaksana berdasarkan wawasan pembangunan berkelanjutan. System informasi dan komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat perlu diintensifkan kembali sehingga tidak terjadi kesalahpahaman antara pemerintah dengan masyarakat sehingga keharmonisan bernegara dapat terjaga dan terbina lebih baik.
Dengan demikian, salah satu wilayah yang memiliki peran dan kedudukan strategis dalam rangka mempertahankan eksistensi bangsa dan negara adalah wilayah perbatasan. Hal tersebut disebabkan wilayah perbatasan merupakan ruang untuk mengintip atau melihat bagaimana kondisi internal suatu negara atau bangsa. Dari wilayah perbatasan dapat dilihat secara langsung bagaimana kondisi fisik wilayah maupun kondisi kehidupan masyarakat yang ada di dalam wilayah suatu negara. Sehingga keamanan, kenyamanan, keharmonisan dan proses pembangunan diwilayah perbatasan yang menjadicerminan kondisi suatu negara dapat terbina. (Pemilu2019-Prasenja)
Jakarta (Pemilu2019) – Musim kemarau yang melanda Indonesia Saat ini mulai dirasakan sejumlah daerah di Pulau Jawa. Kekeringan menyebabkan beberapa daerah kehilangan sumber-sumber air, produktivitas pertanian menurun. Hal ini justru mendatangkan berkah bagi masyarakat di Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati karena dengan panas yang berkepanjangan, masyarakat dapat memanen garam.
Tanah kering yang pecah-pecah. (Pemilu2019-Prasenja)
Sungai untuk mengairi tambak garam. (Pemilu2019-Prasenja)
Produksi garam di kabupaten Pati terus digenjot pada saat musim-musim kemarau seperti sekarang ini. Menurut Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati hal ini dikarenakan potensi garam di Pati sangat besar, tiap tahunnya produksi garam bisa mencapai 9 ton/hektar bahkan masih bisa terus ditingkatkan dengan bantuan teknologi yang tepat guna. Dari segi kualitas pun garam pati sudah cukup baik.
Seorang petani tambak garam yang berjalan di pematang tambak hendak memanen. (Pemilu2019-Prasenja)
Menurut Riyadi, musim kemarau ataupun hujan membawa berkah bagi petambak pasalnya ketika musim hujan tambak-tambak mereka difungsikan untuk budidaya perikanan sedangkan saat musim kemarau dialihkan menjadi tambak garam. “Walaupun kemarau panjang, kami selalu tersenyum” tuturnya seraya tertawa terbahak-bahak. (Pemilu2019-Prasenja)
Seorang petani tambak garam yang sedang memanen garam. (Pemilu2019-Prasenja)
Seorang petani tambak garam yang sedang memanen garam. (Pemilu2019-Prasenja)
Jakarta (Pemilu2019) – Ada yang tidak kenal dengan super hero yang satu ini? Pasti kenal semua dunk. Iya, Spiderman atau manusia laba-laba merupakan super hero yang diciptakan oleh Victor Cook dan Greg Weisman merupakan salah satu tokoh dari marvel comics.
Karakter Spiderman yang kental dengan kelincahan dan kecerdasannya sudah pasti menjadi idola anak-anak bahkan orang dewasa pun tidak mau ketinggalan untuk mengagumi tokoh yang satu ini dengan mengoleksi karakter-karakter duplikasi berbentuk mainan-mainan maupun aksesorisnya.
Begitu juga dengan Amar Rahadyan Faqih yang pada tanggal 12 Mei ini genap berumur 1 tahun. Dibalik kelucuannya mengenakan kostum Spiderman membuat saya ingin mengabadikannya melalui kamera. Hasil jepretan yang saya ambil ternyata menggambarkan cerita ketika Amar sedang latihan/berolah raga pull up untuk menjaga stamina sebagai super hero hingga saat mengenakan kostum Spiderman. (Pemilu2019-Prasenja)
Spiderman ingin membuka topeng. (Pemilu2019-Prasenja)
Buka Dulu Topengku. (Pemilu2019-Prasenja)
Wajah Gantengku. (Pemilu2019-Prasenja)
Cool dan keren dengan kostum Spiderman. (Pemilu2019-Prasenja)
Amar Sedang Pull Up untuk menjaga stamina. (Pemilu2019-Prasenja)