
Jakarta – Pemilu2019 – Kelahiran anak pertamaku tinggal menunggu hari. Setiap hari istriku selalu bertanya prihal nama yang akan diberikan kepada “jagoan kecilku” yang akan lahir. Tak satu pun penggalan sebuah nama terlintas di pikiranku. Kebingunganku inilah yang terkadang membuat ia jengkel, abis mau gimana lagi jika memang belum ada sebuah nama pun yang pantas, yang ada dibenakku untuk aku berikan kepada “jagoan kecil” ini.
Tanpa sengaja, beberapa hari yang lalu, ketika aku pulang kantor, terlintas begitu saja sebuah nama yang awalnya aku sendiri pun tidak mengetahui apa artinya. Nama ini menurutku sangat bagus dan keyakinanku pun mempercayai bahwa nama ini akan mempunyai arti yang luar biasa.
Amar Rahadyan Faqih, nama ini yang selalu aku ingat-ingat ketika perjalanan pulang agar tidak lupa. Sesampai dirumah pun aku tulis sebagai nama di BBMku. Begitulah cara aku agar tidak melupakan segala sesuatunya, menulis sebagai status di FB, Twitter atau BBMku. Sedikit aneh dan terlihat lucu, tapi dari kepingan-kepingan status, nyatanya aku bisa membuatnya menjadi tulisan utuh.
Kembali lagi ke arti nama Amar Rahadyan Faqih. Ku coba cari penggalan-penggalan nama tersebut melalui mesin pencari. Dimulai dari Amar, kata Amar yang digunakan dalam kalimat Amar ma’ruf nahi munkar yang berarti perintah atau titah. Untuk arti Rahadyan sendiri adalah raden atau bangsawan atau ningrat. Sedangkan Faqih berarti orang yang paham akan ajaran atau syariat islam (ahli fiqih) dan jika digabungkan menjadi sebuah nama akan mempunyai arti “Titah Bangsawan yang Paham Syariat Islam”.
Aku pun tercengan dengan nama ini, nama yang aku dapat tanpa disengaja dan ternyata mempunyai arti yang sungguh luar biasa. Aku pun menjadi teringat akan perkataan ayahku bahwa dengan sendirinya seorang anak yang akan dilahirkan didunia ini sudah diberi nama oleh Tuhan. Candaan yang mungkin nyeleneh ini sedikit terlintas dibenakku untuk aku percayai.
Harapanku nantinya, kesatria kecilku ini akan menjadi seorang pemimpin yang selalu menggunakan syariat Islam dalam setiap perintahnya, agar dapat membawa kebenaran yang hakiki. Menjadi pemimpin yang amanah dan selalu dipercaya dan dicintai. Aamiin. Lalu, apa arti namamu sendiri? (Pemilu2019-Prasenja)
http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fpemilu2019.com%2Farticle%2F141712%2Ftitah-bangsawan-yang-paham-syariat-islam.html&width&layout=standard&action=like&show_faces=true&share=true&height=80&appId=145082632176016

Jalan Setapak yang melintasi rerimbunan pohon dan pondok-pondok dahar di Desa Wisata Kampoeng Djowo Sekatul. (Pemilu2019-Prasenja)
Rombongan keluarga sedang melintas di jalan setapak antara rerimbunan pepohonan di Desa Wisata Kampoeng Djowo Sekatul . (Pemilu2019-Prasenja)
Rombongan keluarga sedang melintas di jalan setapak antara rerimbunan pepohonan di Desa Wisata Kampoeng Djowo Sekatul . (Pemilu2019-Prasenja)
Amar Rahadyan Faqih bersama Bunda berfoto di depan becak jadul di Desa Wisata Kampoeng Djowo Sekatul . (Pemilu2019-Prasenja)
Joglo yang juga digunakan sebagai menara pandang di Desa Wisata Kampoeng Djowo Sekatul. (Pemilu2019-Prasenja)
Kursi antik yang terbuat dari kayu jati menambah kesan kuno di Desa Wisata Kampoeng Djowo Sekatul. (Pemilu2019-Prasenja)
Sebuah pondok dahar di Desa Wisata Kampoeng Djowo Sekatul. (Pemilu2019-Prasenja)
Sebuah pondok dahar di Desa Wisata Kampoeng Djowo Sekatul. (Pemilu2019-Prasenja)
Sebuah pondok santai di Desa Wisata Kampoeng Djowo Sekatul. (Pemilu2019-Prasenja)
Sebuah pondok santai di Desa Wisata Kampoeng Djowo Sekatul. (Pemilu2019-Prasenja)



















Penganti pria membantu pengantin wanita untuk berdiri setelah upacara pecah telur. (Pemilu2019-Prasenja)
upacara ‘sinduran’ [sindur adalah semacam selendang berwarna merah, berpinggir putih berliku-liku]. pada upacara pengantin Jawa, s indur ini ‘dikrukubkan’ di pundak penganten oleh ibu pengantin putri, kemudian bapak ‘menyeret’ pengantin pelan-pelan menuju pelaminan, ibu pengantin putri ikut ‘mendorong’ dari belakang. Artinya: bapak-ibu menunjukkan jalan menuju kebahagiaan dan dorongan dalam membina rumah tangga. Sindur yang berpinggir lekuk-lekuk putih ada artinya lho yaitu: jalan hidup itu tidak lurus tapi berliku-liku, kadang diatas kadang dibawah. (Pemilu2019-Prasenja) ![upacara ‘sinduran’ [sindur adalah semacam selendang berwarna merah, berpinggir putih berliku-liku]. Sindur ini ‘dikrukubkan’ di pundak penganten oleh ibu pengantin putri, kemudian bapak ‘menyeret’ pengantin pelan-pelan menuju pelaminan, ibu pengantin putri ikut ‘mendorong’ dari belakang. Artinya: bapak-ibu menunjukkan jalan menuju kebahagiaan dan dorongan dalam membina rumah tangga. Sindur yang berpinggir lekuk-lekuk putih ada artinya lho yaitu: jalan hidup itu tidak lurus tapi berliku-liku, kadang diatas kadang dibawah](http://sitekno.org/gambar/images/sinduran.jpg)

Upacara ‘kacar-kucur‘ – pada upacara pengantin Jawa, pengantin pria mengucurkan dari sebuah kantong yang berisi: kedelai, kacang, padi, jagung, beras kuning, bunga dan uang receh, ke sehelai kain di pangkuan pengantin. Yang artinya: suami memberi semua penghasilannya pada isteri, dan isteri menerima dengan sepenuh hati dan akan mengelolanya dengan sebaik-baiknya secara bertanggung jawab. (Pemilu2019-Prasenja)



Pengantin foto bersama orang tua pengantin pria. (Pemilu2019-Prasenja)
Fotografer dan keluarga, foto bersama pengantin. (Pemilu2019-Prasenja)














