Titah Bangsawan yang Paham Syariat Islam

Jakarta – Pemilu2019 – Kelahiran anak pertamaku tinggal menunggu hari. Setiap hari istriku selalu bertanya prihal nama yang akan diberikan kepada “jagoan kecilku” yang akan lahir. Tak satu pun penggalan sebuah nama terlintas di pikiranku. Kebingunganku inilah yang terkadang membuat ia jengkel, abis mau gimana lagi jika memang belum ada sebuah nama pun yang pantas, yang ada dibenakku untuk aku berikan kepada “jagoan kecil” ini.

Tanpa sengaja, beberapa hari yang lalu, ketika aku pulang kantor, terlintas begitu saja sebuah nama yang awalnya aku sendiri pun tidak mengetahui apa artinya. Nama ini menurutku sangat bagus dan keyakinanku pun mempercayai bahwa nama ini akan mempunyai arti yang luar biasa.

Amar Rahadyan Faqih, nama ini yang selalu aku ingat-ingat ketika perjalanan pulang agar tidak lupa. Sesampai dirumah pun aku tulis sebagai nama di BBMku. Begitulah cara aku agar tidak melupakan segala sesuatunya, menulis sebagai status di FB, Twitter atau BBMku. Sedikit aneh dan terlihat lucu, tapi dari kepingan-kepingan status, nyatanya aku bisa membuatnya menjadi tulisan utuh.

Kembali lagi ke arti nama Amar Rahadyan Faqih. Ku coba cari penggalan-penggalan nama tersebut melalui mesin pencari. Dimulai dari Amar, kata Amar yang digunakan dalam kalimat Amar ma’ruf nahi munkar yang berarti perintah atau titah. Untuk arti Rahadyan sendiri adalah raden atau bangsawan atau ningrat. Sedangkan Faqih berarti orang yang paham akan ajaran atau syariat islam (ahli fiqih) dan jika digabungkan menjadi sebuah nama akan mempunyai arti “Titah Bangsawan yang Paham Syariat Islam”.

Aku pun tercengan dengan nama ini, nama yang aku dapat tanpa disengaja dan ternyata mempunyai arti yang sungguh luar biasa. Aku pun menjadi teringat akan perkataan ayahku bahwa dengan sendirinya seorang anak yang akan dilahirkan didunia ini sudah diberi nama oleh Tuhan. Candaan yang mungkin nyeleneh ini sedikit terlintas dibenakku untuk aku percayai.

Harapanku nantinya, kesatria kecilku ini akan menjadi seorang pemimpin yang selalu menggunakan syariat Islam dalam setiap perintahnya, agar dapat membawa kebenaran yang hakiki. Menjadi pemimpin yang amanah dan selalu dipercaya dan dicintai. Aamiin. Lalu, apa arti namamu sendiri? (Pemilu2019-Prasenja)

http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fpemilu2019.com%2Farticle%2F141712%2Ftitah-bangsawan-yang-paham-syariat-islam.html&width&layout=standard&action=like&show_faces=true&share=true&height=80&appId=145082632176016

Ditulis pada Catatan Kecil Kehidupan | Tag , , , | Tinggalkan komentar

Daya Tarik Desa Wisata Kampoeng Djowo Sekatul

Dua orang yang sedang melakukan kegiatan outbond di Desa Wisata Kampoeng Djowo Sekatul. Desa Wisata Kampoeng Djowo Sekatul sering dijadikan tujuan wisata keluarga untuk lebih dekat dengan alam.


Jakarta – (Pemilu2019) – Desa Wisata Kampoeng Djowo Sekatul Terletak di Desa Mergosari, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal . Dengan nuansa pedesaan Jawa yang alami kita pun akan merasakan segarnya udara karena letaknya di kaki gunung Ungaran. disaat hari libur seperti sabtu minggu dan liburan sekolah, Desa Wisata Kampoeng Djowo Sekatul ini ramai dikunjungi wisatawan lokal yang haus suasana desa. Pemandangan alam yang asri nan indah ini akan memberi inspirasi dan dapat menyegarkan pikiran.  

Jalan setapak di Desa Wisata Kampoeng Djowo Sekatul Jalan Setapak yang melintasi rerimbunan pohon dan pondok-pondok dahar di Desa Wisata Kampoeng Djowo Sekatul. (Pemilu2019-Prasenja)

Rombongan keluarga sedang melintas di jalan setapak antara rerimbunan pepohonan di Desa Wisata Kampoeng Djowo Sekatul Rombongan keluarga sedang melintas di jalan setapak antara rerimbunan pepohonan di Desa Wisata Kampoeng Djowo Sekatul . (Pemilu2019-Prasenja)

Desa Wisata Kampoeng Djowo Sekatul Rombongan keluarga sedang melintas di jalan setapak antara rerimbunan pepohonan di Desa Wisata Kampoeng Djowo Sekatul . (Pemilu2019-Prasenja)

Desa Wisata Kampoeng Djowo Sekatul Amar Rahadyan Faqih bersama Bunda berfoto di depan becak jadul di Desa Wisata Kampoeng Djowo Sekatul . (Pemilu2019-Prasenja)

Desa Wisata Kampoeng Djowo Sekatul sering dijadikan tujuan wisata keluarga untuk lebih dekat dengan alam. Merdunya kicauan burung bernyanyi, hamparan hijaunya perbukitan dengan latar gunung Sindoro, serta gemericik air semakin membuat syahdu suasananya. Di Desa Wisata Kampoeng Djowo Sekatul ini pun terdapat fasilitas penginapan berbentuk joglo, joglo sebagai ruang pertemuan dan joglo sebagai menara pandang, Out Bound, taman bermain dan area perkemahan, kolam renang, Pondok dahar serta pondok santai sehingga cocok untuk Pesta seperti Pesta pernikahan dan lain-lain. Tempat ini juga merupakan salah satu tempat yang asyik untuk pre wedding karena kealamiannya. nah, menarik kan? silakan jadikan Desa Wisata Kampoeng Djowo Sekatul tujuan wisata anda selanjutnya. (Pemilu2019-Prasenja)

Desa Wisata Kampoeng Djowo Sekatul  Joglo yang juga digunakan sebagai menara pandang di Desa Wisata Kampoeng Djowo Sekatul. (Pemilu2019-Prasenja)

Desa Wisata Kampoeng Djowo Sekatul Kursi antik yang terbuat dari kayu jati menambah kesan kuno di Desa Wisata Kampoeng Djowo Sekatul. (Pemilu2019-Prasenja)

Desa Wisata Kampoeng Djowo Sekatul Sebuah pondok dahar di Desa Wisata Kampoeng Djowo Sekatul. (Pemilu2019-Prasenja)

Desa Wisata Kampoeng Djowo Sekatul Sebuah pondok dahar di Desa Wisata Kampoeng Djowo Sekatul. (Pemilu2019-Prasenja)

Desa Wisata Kampoeng Djowo Sekatul Sebuah pondok santai di Desa Wisata Kampoeng Djowo Sekatul. (Pemilu2019-Prasenja)

Desa Wisata Kampoeng Djowo Sekatul Sebuah pondok santai di Desa Wisata Kampoeng Djowo Sekatul. (Pemilu2019-Prasenja)

http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fpemilu2019.com%2Farticle%2F141702%2Fdaya-tarik-desa-wisata-kampoeng-djowo-sekatul.html&width&layout=standard&action=like&show_faces=true&share=true&height=80&appId=145082632176016

Ditulis pada Perjalanan | Tag | Tinggalkan komentar

Karierku Bermula dari Pekerjaan Yang Tidak Aku Suka

Foto ilustrasi (Pemilu2019-Prasenja)

Jakarta (Pemilu2019) – Menjadi sarjana selain sebuah kebanggaan dan kebahagiaan ternyata bagiku juga merupakan suatu ketegangan dan kebimbangan. Sarjana fresh graduate adalah awal mulainya babak baru dalam kehidupan. Saatnya mencari pekerjaan dan meniti sebuah pengalaman baru. Saat-saatnya mengaplikasikan ilmu-ilmu yang didapat selama bangku kuliahan.

Dengan bermodalkan ijasah dan IPK dibawah tiga, aku coba memasukkan lamaran ke beberapa perusahaan, baik yang sesuai dengan gelar kesarjanaanku maupun lowongan-lowongan umum. Satu-dua bulan telah berlalu namun belum satu pun panggilan dari lamaran yang aku ajukan. Kegelisahan semakin menderu dalam diri, karena rasa malu kepada keluarga. Malu karena belum bisa menjadi kebanggaan orang tua, malu karena belum mendapatkan pekerjaan.

Hari-hari aku isi dengan membantu ayah berjualan air minum isi ulang, sebuah pekerjaan mulia dimataku namun tidak aku suka. Memang hanya sekedar uang jajan untuk membeli pulsa yang bisa aku dapatkan. Tetapi hati kecilku mengatakan bahwa aku kuliah dan lulus menjadi sarjana untuk mendapatkan pekerjaan yang mapan dengan jenjang karier yang pasti, tidak seperti ini.

Aku tenangkan diri dengan seteguk teh hangat, tak lupa doa pun selalu aku panjatkan. Aku pun selalu berfikir positif dengan penuh percaya diri bahwa suatu saat aku akan sukses dan aku harus sukses. Motivasi keluarga juga yang medorong aku tetap optimis dalam berusaha, karena aku yakin akan kemampuanku dan pengalamanku berorganisasi saat sekolah dan dibangku kuliah.

Dua bulan yang membuatku jenuh pun berlalu, aku pun mendapatkan panggilan tes kerja pada perusahaan surat kabar yang baru terbit, perkebunan sawit, sekolah swasta hingga LSM lingkungan. Ketiga tempat tersebut aku datangi dengan semangat penuh kepercaya dirian. Serangkaian tes penerimaan pun aku jalani, mulai dari tes tertulis hingga wawancara namun tetap gagal semuanya. Tanpa frustasi, lamaran demi lamaran aku ajukan hingga jatuh pilihan untuk menjadi guru.

Guru merupakan pekerjaan yang tidak aku suka. Menjadi guru sangatlah jauh dari angan-anganku, bahkan hati kecilku pun sempat menolaknya. Dengan pertimbangan dan masukan orang tua, aku pun mencoba menerima pekerjaan ini menjadi awal karierku dengan tetap memasukkan lamaran lainnya.

Satu dua bulan aku mengajar, rasa jenuh semakin melanda dan ditambah lagi murid-murid yang aku didik merupakan golongan anak-anak yang sulit diberikan pengarahan. Namun aku masih tetap bertahan karena disinilah ladang pahala.

Pada bulan ketiga aku mengajar, aku mendapatkan tawaran mengajar bimbingan belajar dari seorang teman. Tanpa berfikir panjang aku pun menerimanya karena menurutku bimbingan belajar tidaklah serepot mengajar di sekolah dan aku pun bisa tetap mengajar disekolah sehingga penghasilanku bertambah. Disinilah berawal dari pekerjaan yang tidak aku suka menjadi pekerjaan yang aku suka.

Kenyaman dan penghasilan lebih tinggi yang di dapat pada bimbingan belajar membuat aku mengambil keputusan untuk berhenti menjadi guru disekolah. Hanya satu semester saja aku menjadi guru sekolah walaupun kini aku mulai belajar dan menekuni untuk menjadi seorang guru.

Di bimbingan belajarlah ketertarikanku untuk menjadi pengajar atau seorang guru semaikn meningkat. Waktu luang yang banyak, aku manfaatkan untuk mengambil Akta IV dan targetku adalah agar nanti bisa menjadi guru PNS. Namun hingga aku lulus Akta IV pun belum ada informasi pembukaan guru PNS.

Setiap pembukaan CPNS menjadi targetku memasukkan lamaran kerja, bahkan aku pun sempat mendaftarkan diri untuk masuk Akpol. Namun keberuntungan belum memihak karena belum satupun juga yang lolos sehingga statusku masih tetap sebagai pengajar bimbingan belajar.

Di tahun kedua saya mengajar, pembukaan PNS semakin banyak untuk gelar kesarjanaanku dan peluang ini tidak aku sia-siakan. Berbagai informasi trik dan tips mengikuti tes penerimaan PNS aku cari mulai dari bertanya kepada teman-teman yang sudah terlebih dahulu menjadi PNS sampai mencari soal-soal untuk aku pelajari. Alhamdulillah doaku pun terkabul dan kerja kerasku pun membuahkan hasil karena aku diterima di suatu Kementerian menjadi Analis Sumberdaya Lingkungan. Posisi yang memang cocok dengan latar belakang pendidikan dan juga sesuai keinginanku untuk berkarier di bidang lingkungan.

Aku bangga karena menjadi PNS merupakan pekerjaan yang diinginkan banyak orang jika dilihat dari animo pelamarnya. Aku yakin dikemudian hari aku akan sukses karena langkah dan jenjang karierku saat ini sudah pasti. Nilai-nilai optimisme penuh percaya diri selalu aku tanamkan dalam diri. Insya Allah akan menjadi karierku yang penuh keberkahan dalam kehidupan. (Pemilu2019-Prasenja)

http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fpemilu2019.com%2Farticle%2F141332%2Fkarierku-bermula-dari-pekerjaan-yang-tidak-aku-suka.html&width&layout=standard&action=like&show_faces=true&share=true&height=80&appId=145082632176016

Ditulis pada Catatan Kecil Kehidupan | Tag , , | Tinggalkan komentar

Pentingnya Mempersiapkan Dana Pensiun Sejak Muda

Foto Ilustrasi (Prasenja-Pemilu2019)

Jakarta (Pemilu2019) – Saat itu umur saya baru beranjak 28 tahun namun banyak sekali bank maupun asuransi yang menawarkan dana pensiun. Tawaran tersebut saya tolak mentah-mentah karena saya sendiri beranggapan bahwa masa pensiun saya masih panjang. “Hari gini mikirin pensiun!” celetukku seraya menyinyir.

Untungnya pola pikir yang salah tersebut tidak berlangsung lama setelah berdiskusi bersama teman-teman prihal pentingnya mempersiapkan dana pensiun sejak muda. Jangan menyepelekan dana pensiun ketika usia kita masih muda karena dana pensiun harus dipersiapkan dari sekarang. Cakrawala pun terbuka untuk saya dalam mempersiapkan dana pensiun yang tepat sejak muda.

Cara mudah mendapatkan dana pensiun.

Pertama kali yang saya cari adalah bagaimana cara untuk mendapatkan dana pensiun dengan mudah, baik dari segi mekanisme maupun pengambilannya nanti saat pensiun telah tiba. Keinginan saya kelak nanti saat pensiun, saya dapat mandiri tanpa membebankan anak dan cucu. Bagi saya masa pensiun bukan hanya milik kita, anak cucu kita pun patut untuk menikmatinya, memberikan kebahagiaan bukan memberatkannya. Selain itu juga dapat melatih saya dalam mengelola pendapatan sebagai penopang kehidupan saya hingga masa pensiun tiba.

Hal tersebut diawali dengan memilih program pensiun yang tepat, baik yang ditawaran oleh bank maupun non bank. Pelajari prosedur dana pensiun atau Peraturan Dana Pensiun (PDP) secara seksama agar tidak salah pilih. Hak-hak apa saja yang nantinya akan saya dapatkan ketika pensiun tiba dan berapa besarannya. Apa saja kewajiban kita dan berapa besaran premi yang harus dibayarkan karena besaran premi akan berpengaruh dengan besaran dana pensiun yang akan kita terima nantinya. Informasi tersebut harus kita dapatkan secara seksama agar tidak merasa dibohongi dikemudian hari. 

Buat Ilustrasi Sebagai Gambaran Dana Pensiun.

Setelah informasi hak dan kewajiban kita dapatkan kemudian kita mulai membuat ilustrasi dengan memasukkan poin besaran premi dan jangka waktu pembayaran premi. Sederhananya kalikan saja besaran premi dengan jangka waktu kita membayar premi, sebesar itulah uang yang akan kita dapatkan sebagai dana pensiun kita yang tentunya akan dikalikan juga dengan prosentasi tingkat investasi kita yang jumlahnya selalu berbeda untuk masing-masing pengelola dana pensiun. Dalam hal ini BNI pun memberikan layanan berupa program dana pensiun BNI SIMPONI dengan banyak keuntungan. Sebagai pembanding dapat di klik BNI Simponi  

Sekarang saatnya membandingan dana pensiun yang lebih menguntungkan kita karena pentingnya mempersiapkan dana pensiun sejak muda. Pilihan kita menentukan masa pensiun kita kelak, bijaksanalah dari sekarang. (Prasenja-Pemilu2019)

http://www.bni.co.id/id-id/bankingservice/consumer/simpananpensiun/bnisimponi.aspx

http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fpemilu2019.com%2Farticle%2F141372%2Fpentingnya-mempersiapkan-dana-pensiun-sejak-muda.html&width&layout=standard&action=like&show_faces=false&share=true&height=35&appId=145082632176016

Ditulis pada Informasi | Tag , , , , | Tinggalkan komentar

Bersepeda dengan Sepeda Bambu di BKT Pondok Bambu

Jakarta (Pemilu2019) – Bersepeda merupakan aktivitas sekaligus berolahraga yang menyenangkan. Namun kendala yang dihadapi adalah sulitnya melakukan aktivitas ini di Jakarta karena lalu lintas yang sangat padat dan kurangnya jalur-jalur khusus bersepeda. Seperti halnya di Banjir Kanal Timur (BKT) yang memang sudah disediakan jalur khusus bersepeda dan joging saja masih diserobot haknya oleh pengendara motor. Penggunaan fasilitas ini hanya bisa digunakan saat-saat hari libur seperti sabtu dan minggu atau hari libur nasional saja. Pembatas-pembatas dari beton yang menghalangi agar pengguna motor tidak dapat masuk area ini sudah berpindah tempat sehingga jika hari sibuk, area ini disesaki motor-motor yang mencari jalan untuk keluar dari kemacetan.

Bersepeda di BKT

Asiknya ngegowes sepeda di BKT (Pemilu2019-Prasenja)

Bersepeda di BKT

Asiknya ngegowes sepeda di BKT (Pemilu2019-Prasenja)

Di hari libur memperingati hari buruh, setelah sholat subuh saya bersama sepeda bambu buatan Bandung ini mencoba jalur sepeda di BKT yang khusus disediakan pemerintah DKI sebagai kawasan joging dan bersepeda keluarga. Memang banyak yang menyangsikan dari kekuatan frame sepeda yang terbuat dari bambu ini. Tidak sedikit yang berkomentar “jangan-jangan saat sepeda bambu ini menghantam lubang, bisa patah.”   Saya pun hanya bisa menjawab “justru saya mengkhawatirkan velk dan roda sepeda saya yang buatan Malaysia.” Seraya tertawa.

Bersepeda dengan sepeda bambu di BKT

Ngegowes sepeda bambu di BKT (Pemilu2019-Aning TS)

Menurut saya sepeda dengan frame bambu ini lebih kuat dari frame alumunium kebanyakan sepeda saat ini bahkan daya elastisitasnya yang lebih tinggi mampu meredam guncangan sehingga menambah kenyamanan penggunanya. Pendapat saya ternyata beralasan dan didukung dari penelitian-penelitian dari ITB bahkan universitas luar negeri yang sudah diuji cobakan kekuatannya.

Bersepeda dengan sepeda bambu di BKT

Ngegowes sepeda bambu di BKT (Pemilu2019-Aning TS)

Menurut pembuatnya bahwa Frame atau kerangka sepeda bambu sangat keras, mentransfer daya efisien; tahan lama, tahan  karena tekanan dan beban; sangat  nyaman, melebihi aluminium, baja, titanium dan karbon. Batang bambu kami simpai  dan terikat oleh serat rami epoxy yang kemudian direndam sehingga membuat kerangka dengan tampilan  karakteristiknya, kenyamanan lainnya adalah dapat meredam  getaran yang luar biasa.

Bersepeda dengan sepeda bambu di BKT

Ngegowes sepeda bambu di BKT (Pemilu2019-Aning TS)

Sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai lebih dari Sepeda Bambu antara lain:

* Kerangka bambu dibuat dari bambu pilihan sehingga paling aman.

* Peredam getaran yang nyaman bagi pengendara.

* Frame atau kerangka sangat keras dan kuat.

* Karya seni pilihan

* Keunikannya, masih sesuatu yang langka di jalan-raya.

* dan pastinya ramah lingkungan.

Bersepeda dengan sepeda bambu di BKT

Ngegowes sepeda bambu di BKT (Pemilu2019-Aning TS)

Kembali lagi ke jalur sepeda dan joging di BKT, bahwa sebagian besar masyarakat yang ada disekitarnya tidak ingin mengabaikan fasilitas yang diberikan begitu saja. Mereka sekarang tidak usah jauh-jauh ke monas atau senayan hanya untuk berolah raga, sekarang mereka bisa menuju tempat ini hanya beberapa langkah kaki atau beberapa kayuhan sepeda saja. Nah bagi yang tinggal di kawasan Jakarta Timur, tidak ada salahnya untuk berkunjung ke BKT untuk berolah raga, hunting foto atau sekedar cuci mata saja. (Pemilu2019-Prasenja)

Bersepeda di BKT

Asiknya ngegowes sepeda di BKT (Pemilu2019-Prasenja)

Bersepeda di BKT

Asiknya ngegowes sepeda di BKT (Pemilu2019-Prasenja)

http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fpemilu2019.com%2Farticle%2F141017%2Fbersepeda-dengan-sepeda-bambu-di-banjir-kanal-timur-bkt.html&width&layout=standard&action=like&show_faces=false&share=true&height=35&appId=145082632176016

Ditulis pada Catatan Kecil Kehidupan | Tag , , | Tinggalkan komentar

Upacara Pernikahan Ala Pengantin Jawa

Pengantin pria dan pengantin wanita foto bersama setelah ijab qobul dilaksanakan.
Video Ijab Qobul

Seremonial Ijab Qobul pernikahan yang di abadikan dengan video. (Pemilu 2019-Prasenja)

Pada upacara pengantin Jawa, iringan pengantin pria memasuki pelataran rumah pengantin wanita dan keluarga pengantin wanita siap untuk menyambutnya. (Pemilu2019-Prasenja)Iringan Pengantin Pria yang menunggu untu disambut keluarga pengantin wanita

Iringan Pengantin Pria yang menunggu untu disambut keluarga pengantin wanita

Pengantin Pria bersama orang tuanya yang menunggu untuk disambut keluarga pengantin wanita pada upacara pengantin Jawa. (Pemilu2019-Prasenja)Pengantin Pria beserta orang tuanya yang menunggu untuk disambut keluarga pengantin wanita

Pengantin Pria yang sedang disambut oleh keluarga pengantin wanita. (Pemilu2019-Prasenja)Pengantin Pria memasuki pelataran pengantin wanita dan disambut kelaurga pengantin wanita.

Dalam upacara pengantin Jawa , pengantin wanita mengitari pengantin pria sebanyak tiga kali bermakna pengantin pria sudah menjadi miliknya seutuhnya. (Pemilu2019-Prasenja)Pengantin wanita mengitari pengantin pria sebanyak tiga kali bermakna pengantin pria sudah menjadi miliknya seutuhnya.

Ayah pengantin wanita memberi minum kepada pengantin pria yang artinya sang ayah merestui pernikahan anaknya.

Pada upacara pengantin Jawa, a yah pengantin wanita memberi minum kepada pengantin pria yang artinya sang ayah merestui pernikahan anaknya. (Pemilu2019-Prasenja)

Ayah pengantin wanita memberi minum kepada pengantin pria yang artinya sang ayah merestui pernikahan anaknya.

Pada upacara pengantin Jawa, a yah pengantin wanita memberi minum kepada pengantin wanita yang artinya sang ayah merestui pernikahan anaknya. (Pemilu2019-Prasenja)

pengantin pria menginjak telor dengan kaki kanan dan pengantin perempuan mencuci kaki tersebut dengan air bunga – yang artinya sebagai tanda bakti seorang isteri kepada suami, serta kesiapan seorang suami untuk menjadi kepala keluarga yang bertanggung-jawab.

Pada upacara pengantin Jawa, pengantin pria menginjak telor dengan kaki kanan dan pengantin perempuan mencuci kaki tersebut dengan air bunga – yang artinya sebagai tanda bakti seorang isteri kepada suami, serta kesiapan seorang suami untuk menjadi kepala keluarga yang bertanggung-jawab. (Pemilu2019-Prasenja)

Penganti pria membantu pengantin wanita untuk berdiri setelah upacara pecah telur. Penganti pria membantu pengantin wanita untuk berdiri setelah upacara pecah telur. (Pemilu2019-Prasenja)

upacara ‘sinduran’ [sindur adalah semacam selendang berwarna merah, berpinggir putih berliku-liku]. Sindur ini ‘dikrukubkan’ di pundak penganten oleh ibu pengantin putri, kemudian bapak ‘menyeret’ pengantin pelan-pelan menuju pelaminan, ibu pengantin putri ikut ‘mendorong’ dari belakang. [Seperti main  ] Katanya, artinya: bapak-ibu menunjukkan jalankereta-keretaan  menuju kebahagiaan dan dorongan dalam membina rumah tangga. Sindur yang berpinggir lekuk-lekuk putih ada artinya lho yaitu: jalan hidup itu tidak lurus tapi berliku-liku, kadang diatas kadang dibawah upacara ‘sinduran’ [sindur adalah semacam selendang berwarna merah, berpinggir putih berliku-liku]. pada upacara pengantin Jawa, s indur ini ‘dikrukubkan’ di pundak penganten oleh ibu pengantin putri, kemudian bapak ‘menyeret’ pengantin pelan-pelan menuju pelaminan, ibu pengantin putri ikut ‘mendorong’ dari belakang. Artinya: bapak-ibu menunjukkan jalan menuju kebahagiaan dan dorongan dalam membina rumah tangga. Sindur yang berpinggir lekuk-lekuk putih ada artinya lho yaitu: jalan hidup itu tidak lurus tapi berliku-liku, kadang diatas kadang dibawah. (Pemilu2019-Prasenja) upacara ‘sinduran’ [sindur adalah semacam selendang berwarna merah, berpinggir putih berliku-liku]. Sindur ini ‘dikrukubkan’ di pundak penganten oleh ibu pengantin putri, kemudian bapak ‘menyeret’ pengantin pelan-pelan menuju pelaminan, ibu pengantin putri ikut ‘mendorong’ dari belakang. Artinya: bapak-ibu menunjukkan jalan menuju kebahagiaan dan dorongan dalam membina rumah tangga. Sindur yang berpinggir lekuk-lekuk putih ada artinya lho yaitu: jalan hidup itu tidak lurus tapi berliku-liku, kadang diatas kadang dibawah

Upacara Timbangan

Pada upacara pengantin Jawa, ses ampainya di pelaminan, bapak pengantin perempuan duduk dan memangku kedua pengantin – namanya upacara timbangan – ibu bertanya pada bapak: ‘abot endi pak?’ [berat mana pak?] – bapak menjawab: ‘pada abote’ [beratnya sama] – yang artinya: kasih sayang terhadap anak dan mantu sama besarnya, tidak membeda-bedakan. (Pemilu2019-Prasenja)

Upacara ‘kacar-kucur‘ – pengantin kakung mengucurkan dari sebuah kantong yang berisi: kedelai, kacang, padi, jagung, beras kuning, bunga dan uang receh, ke sehelai kain di pangkuan pengantin. Yang artinya: suami memberi semua penghasilannya pada isteri, dan isteri menerima dengan sepenuh hati dan akan mengelolanya dengan sebaik-baiknya secara bertanggung jawab. Upacara ‘kacar-kucur‘ – pada upacara pengantin Jawa, pengantin pria mengucurkan dari sebuah kantong yang berisi: kedelai, kacang, padi, jagung, beras kuning, bunga dan uang receh, ke sehelai kain di pangkuan pengantin. Yang artinya: suami memberi semua penghasilannya pada isteri, dan isteri menerima dengan sepenuh hati dan akan mengelolanya dengan sebaik-baiknya secara bertanggung jawab. (Pemilu2019-Prasenja)

pengantin wanita menyuapi pengantin pria. Pengantin makan sepiring berdua, dan saling menyuapi. Maknanya: akan selalu bersama dalam susah maupun senang.

Pada upacara pengantin Jawa, pengantin wanita menyuapi pengantin pria. Pengantin makan sepiring berdua, dan saling menyuapi. Maknanya: akan selalu bersama dalam susah maupun senang. (Pemilu2019-Prasenja)

pengantin pria menyuapi pengantin wanita. Pengantin makan sepiring berdua, dan saling menyuapi. Maknanya: akan selalu bersama dalam susah maupun senang.

Pada upacara pengantin Jawa, pengantin pria menyuapi pengantin wanita. Pengantin makan sepiring berdua, dan saling menyuapi. Maknanya: akan selalu bersama dalam susah maupun senang. (Pemilu2019-Prasenja)

Pengantin saling menyuapi minuman yang bermakna mereka berdua saling memberi dan melengkapi.

Pada upacara pengantin Jawa, p engantin saling menyuapi minuman yang bermakna mereka berdua saling memberi dan melengkapi. (Pemilu2019-Prasenja)

Sungkeman pengantin, kepada Orang Tua Pengantin Pria sebagai tanda bakti kepada orangtua.

Pada upacara pengantin Jawa , sungkeman pengantin, kepada Orang Tua Pengantin Pria sebagai tanda bakti kepada orangtua. (Pemilu2019-Prasenja)

Pengantin foto bersama orang tua pengantin pria. Pengantin foto bersama orang tua pengantin pria. (Pemilu2019-Prasenja)

Fotografer dan keluarga, foto bersama pengantin. Fotografer dan keluarga, foto bersama pengantin. (Pemilu2019-Prasenja)

http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http://pemilu2019.com/article/140308/upacara-pernikahan-ala-jawa.html&layout=standard&show_faces=false&width=450&action=like&font&colorscheme=light&height=35

Ditulis pada Catatan Kecil Kehidupan | Tag , , | Tinggalkan komentar

Pemantauan Pemanfaatan Sumberdaya Kelautan di Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Karang Jeruk, Tegal.

Jakarta (Pemilu2019) – Kegiatan Penerapan Teknik Pemantauan pada Training of Trainer (ToT) Pemantauan Pemanfaatan Sumberdaya Kelautan di Kawasan Konservasi Perairan ini di laksanakan di Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Karang Jeruk, Tegal. Kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan tim pemantauan sebanyak enam orang, yang merupakan peserta pelatihan dengan didampingi pelatih serta Pengawas dari DitJen PSDKP (Pengawas Sumberdaya Kelautan dan Perikanan). Pemantauan ini menggunakan kapal nelayan bernama Jati Arum. Rute perjalanan pemantauan melalui Pelabuhan Tegalsari sampai karang Jeruk. Pemanfaat sumberdaya yang kami temukan saat pemantauan hanya satu, yaitu nelayan. Pada saat pemantauan tidak ditemukan adanya pelanggaran.

Kapal nelayan yang bersandar di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Tegalsari, Senin (24/3). (Pemilu2019-Prasenja)

Peserta pelatihan ToT Pemantauan KKP sedang melakukan persiapan dengan memakai baju pelampung sebelum berangkat ke Karang Jeruk, Tegal, Senin (17/3)

Para peserta ToT Pemantauan Pemanfaatan Sumberdaya Kelautan di Kawasan Konservasi Perairan melakukan persiapan dengan memakai baju pelampung sebelum pemantauan Kawasan Karang Jeruk, Senin (24/3). (Pemilu2019-Prasenja)

Sebuah kapal nelayan yang sedang menebar jaring di Kawasan Konservasi Perairan Daerah Karang Jeruk, Tegal Senin (17/03) menggunakan jaring purse seine waring. Penggunaan jaring purse seine waring sudah dilarang karena diameter jaring yang sangat kecil yang membuat ikan kecil pun ikut terjaring sehingga tidak ramah populasi ikan.

Sebuah kapal nelayan menebar jaring di Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Karang Jeruk, Tegal, Senin (24/3). (Pemilu2019-Prasenja)

Dua kapal nelayan sedang menjaring ikan di Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Karang Jeruk, Senin (17/03).

Dua buah kapal nelayan menebar jaring di Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Karang Jeruk, Tegal, Senin (24/3). (Pemilu2019-Prasenja)

Seorang nelayan sedang menarik jangkar untuk berpindah lokasi setelah dirasa hasil tangkapannya mulai berkurang, Senin (24/3).

Seorang nelayan menarik jangkar untuk pindah ke lokasi lainnya untuk memancing ikan di sekitaran Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Karang Jeruk, Tegal, Senin (24/3). (Pemilu2019-Prasenja)

Para nelayan yang sedang menarik jaring purse seine (waring) dengan hasil tangkapan ikan teri, Senin (24/3).

Para nelayan menarik jaring yang berisikan ikan teri di sekitaran Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Karang Jeruk, Tegal, Senin (24/3). Sebagian besar nelayan di perairan Karang Jeruk pada saat ini adalah mejaring teri dengan menggunakan jaring modifikasi purse seine (waring) . (Pemilu2019-Prasenja)

Menu makan siang yang berupa hasil tangkapan ikan dimasak langsung dari atas kapal. (Pemilu2019-Prasenja)

Para nelayan yang sedang menyantap makan siang yang dimasak langsung dari atas kapal dari sebagian hasil tangkapan mereka, Senin (24/3). (Pemilu2019-Prasenja)

Peserta ToT yang sedang melakukan wawancara dengan nelayan terkait alat tangkap dan hasil tangkapan nelayan, Senin (24/3). (Pemilu2019-Prasenja)

Seorang nelayan yang sedang memancing ikan dari atas sampannya di Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Karang Jeruk, Tegal, Senin (24/3). (Pemilu2019-Prasenja)

http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http://pemilu2019.com/article/139444/pemantauan-pemanfaatan-sumberdaya-kelautan-di-kawasan-konservasi-perairan-di-kawasan-konservasi-perairan-daerah-kkpd-karang-jeruk-tegal.html&layout=standard&show_faces=false&width=450&action=like&font&colorscheme=light&height=35

Ditulis pada Perjalanan | Tag , , , | Tinggalkan komentar